Senin, 02 Juni 2014

Percikan kembang api suci

Tak terasa sebulan lagi Ramadhan kembali menyapa. Tepatnya menyapa ku dan dirimu. Mungkin kau tak tahu bahwa bulan penuh berkah itu selalu menyapaku. Kau harus percaya bahwa bulan itu selalu berbisik mesra padaku dan menyuratkan kabar bahwa akan ada pesta kembang api yang tak kan pernah henti meluncurkan sinar-sinar suci. Ini kedengarannya mustahil dan aneh bagimu, tapi percayalah..



Oia, selamat atas kesabaranmu menanti hari di mana kau baru boleh membuka amplop biru ini. Aku tahu, sekarang bukan jaman surat menyurat lewat burung merpati. Aku juga tak mengirimkannya lewat media sosial ataupun media personal. Kau tahu kan media personal, di mana media itu berfungsi saat kau dan aku empat mata. Ah iya, aku ingat betul wajahmu yang manis dan senyummu yang puitis.



Ramadhan telah siap membuka pintu gerbang, membuka pemandangan kembang api suci di hitamnya langit cakrawala. Kau ingat saat kita menjadi pasukan putih abu-abu? Aku mengajakmu menikmati kembang api suci di bukit dekat surau selepas sholat tarawih. Awalnya kau menolak ajakanku, ah iya.. aku lupa bahwa kau memang benar-benar menjaga diri demi calon imammu kelak. Namun bersama Mawar, Hawa, dan Yusuf, aku pun sukses mengajakmu.



Kita berlima duduk di bukit tertinggi. Menanti percikan kembang api suci itu terlahir. Canda tawamu tak pernah henti mewarnai malam. Kesunyian bukit itu seakan hilang dilahap malam. Mengobarkan api yang sedari tadi diam mengagumi senyummu. Ah, Gadis.. senyummu selalu puitis di mataku. Saat itu aku benar-benar ingin menghentikan sang Waktu. Membekukan suasana di mana kau tersenyum padaku.



Kau ingat saat ku berteriak mengucapkan percikan kembang api suci, lalu tiga teman kita pun sekejap diam membisu dan hanya melengkungkan garis di antara dua tebing pipi mereka. Dan kau tau Gadis, saat itu aku percaya akan mitos ini, ya mitos ini! Berucap harap saat percikan kembang api suci itu terlahir. Dan seketika aku pun memejamkan mata dengan hati menggema, “ Ku harap suatu saat, aku dapat menjadi imammu Gadis. Aamiin”



Mungkin bagimu aku berlebihan, namun bukankah saat ini kau telah ku pinang dengan Bismillah... Jika ada kata lebih dari bahagia, maka kata itulah yang akan ku lisankan padamu. Dan kemarin lusa, tepat di hari jadi pernikahan kita.. aku membawamu ke bukit itu lagi. Mengajakmu menikmati percikan kembang api suci. Aku tak mengajak ketiga teman kita kala putih abu-abu, aku hanya mengajakmu seorang. Bukankah saat ini kau telah halal bagiku Gadis..



Dan seperti biasa.. sesampainya kita di bukit tertinggi, aku duduk di sampingmu. Bukan di samping Yusuf lagi, bukankah saat ini kau telah halal bagiku Gadis.. Percikan kembang api suci pun muncul, aku kembali memejamkan mata dan kini ku berharap, “Aku ingin hidup dalam nafasmu selamanya”.



Kau boleh menganggap harapanku berlebihan. Kau tahu sayang.. Aku hanya tak mampu bila harus melihatmu memuntahkan darah setiap waktu. Biarkan hatiku hidup dalam nafasmu. Karna seluruh cintaku telah terakumulasi dalam hatiku. Maafkan aku yang terlalu egois, tak menceritakan vonis gagal ginjalku yang dokter berikan padaku kala itu.

















Dariku, lelaki yang pernah menjadi imammu.
Yang cintanya tak lekang oleh waktu. Yang hatinya akan hidup dalam nafasmu.


20 komentar:

  1. kunjungan balik nya ya??

    http://wijayaputra77.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. kata kata terakhirnyaaa, greget banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah ngalahin lagunya Sherina belum?

      Hapus
  3. wah tajam menyentuh hati jadi berkhayal pnya seseorang yang halal

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung gak nusuk hati ya..

      cie,, ngimajinasi seseorang, aku bukan? :D

      Hapus
  4. wuhu keren banget nih kata2 terakhirnya. AJIB!!!

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. uhuuy... sangat yak? beneran..?

      Hapus
  6. and den I dont know what to say. speechless.

    BalasHapus
    Balasan
    1. *pukpuk*
      *Peluk*
      *Kecuph*
      >>speechless

      Hapus
  7. Maaf saya nggak baca seluruhnya. Karena, jujur, begitu lihat paragraf semua isinya tanpa dialog, saya udah bosan duluan. Dont tell, show!

    Keep writing ya. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes!! akhirnya ada saran yang mendarat.. :))
      makasih ya .. :)))

      Hapus
  8. Balasan
    1. halah, masak..?oke mkasih Rey..

      Hapus
  9. hai mbak, aku nominasiin kamu di Liebster Award 2014. cek postingan di sini ya:
    http://didotanindita.blogspot.com/2014/06/liebster-award-2014.html

    BalasHapus
  10. cie haha :p *komentar macam apalah ini*

    BalasHapus

Udah ngejanya? thanks yak... :)))) tapi gak keren donk kalo gak koment, gak sexy donk kalo gak ngisi, koment apa aja boleh.. yg penting bisa dieja. Tinggalin jejak lu juga yak biar gak disangka Maling.. :)