Selasa, 22 April 2014

getiRindUntuKau

Kesetiaan bukanlah usaha insan.
Ia bukanlah suatu hal yg mutlak diusahakan..
Namun, ia tumbuh alami dari biji saling membutuhkan dan merekahnya kerinduan.
Hingga akhirnya buah cinta dapat dipetik..

Walau pernah ranting-ranting ini berjatuhan..
Hingga batang kepercayaan ini patah..
Namun, akar yang tegar masih tulus menopang janji suci.

Saat ku kuncupkan mahkota ini para lebah berdatangan bak saat mahkotaku merekah..
Sungguh..! madu ini masih ku jaga untukmu..
Walau mahkotaku tlah tersentuh sayap-sayap mereka..

----- -- --- - --- --- -- ---- - -   -






























Kaki Kelud.. sudut kamar dengan motif spray bertabur rekahan mawar. Sayup-sayup adzan isya' yg mengalun dari surau tua di balik jendela.

9 komentar:

  1. RIANDA PRAYOGA22 April 2014 21.39

    Siap, saya uda siap ngejanya.. Sekarang mau ninggalin jejak di sini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah?? begitu doank..?
      ahsudahlah... thanks yog :)

      Hapus
  2. Siap ngejanya..
    Uda ninggalin jejak nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke.. jejak diterima yog.. bentar lagi bakal dilacak ama KAPOLRI :D

      Hapus
  3. *bales ah*

    tak pernah setiaku merekah
    tak pernah rinduku membuncah
    tak pernah juga menjadi lebah
    namun tak pernah kujual pasrah

    aku hanya budak usaha
    semua terdorong cita
    walau tak pernah tersurup setia
    tindakku dikendali usaha

    ah, mereka yang mengaku setia
    ternyata pergi juga karena fana

    ah, mereka yang berkata cinta
    benci juga karena perkara

    tapi aku tetap berusaha
    menggali akar yang masih tersisa
    meski madu dan mahkotamu sirna
    pasti ada bibit yang membuatnya menjelma
    sama. seperti sedia kala.
    aku hanya sedang berusaha
    mencari, mencoba bersua

    ____________________________________________________
    *) ngiehehehehe bodo amat jelek, yang penting udah usaha
    #BudakUsaha

    BalasHapus
  4. *ikutan ah*

    Kau kah yg tak pernah jadi lebah?
    Kau kah yg tak pernah menjual pasrah?
    Mungkinkah itu setitik dusta, entah..

    Kau yg menginjak pentas sandiwara
    Bermain peran di hadap sutradara
    Tunduk pada Raja siang demi menggenggam cita
    Kembali terpejam saat Dewi malam tiba

    Akankah tetap menggali akar yg tersisa,
    Masihkah kukuh menatap mahkota yg sirna,
    Ah, mungkinkah itu hanya usaha yg begitu fana,
    Ataukah bibit perkara di balik cinta untuk bersua



    ______------____________------------_______
    mueheehe..gua bales ah daripada tiap hari semedi di bawah pohon cabe gara2 malu-malu kambing ngebaca balesan bang haw #Resah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebah? Tak pernah bisa aku meniru
      Usahaku tak pernah menuju
      Cermin pun memandang ragu
      Aku hanya makhluk yang keliru

      Menanti dewi di kerajaan siang
      Tapi panas membuat malang

      Menunggu raja di gelap malam
      Tapi sunyi menari suram

      Tak pernah aku meniru raja
      yang pada siang dia menghamba

      Tak pernah juga dianggap dewi
      yang pada malam menggelapkan hati

      Namun bersama raja tetap kucari
      sisa mahkota yang mungkin tergali

      Bersama keteduhan dewi aku menanti
      melihat benih yang semakin meninggi
      Tak peduli jika ini hanya ilusi
      bahkan meski mengusir jiwa diri

      Aku hanya yakin pada Ilahi
      tiap usaha akan direstui
      Pasti.

      ______________________________
      *keriting kacamata waktu ngarangnya*
      (O_0)>

      Hapus
  5. *gua menatap getir gara-gara tepesona balasan puisi2 diatas*

    BalasHapus
    Balasan
    1. widi... mak Disha menatap getir :)

      emangnya balesan puisi2 di atas horor ya? :D

      Hapus

Udah ngejanya? thanks yak... :)))) tapi gak keren donk kalo gak koment, gak sexy donk kalo gak ngisi, koment apa aja boleh.. yg penting bisa dieja. Tinggalin jejak lu juga yak biar gak disangka Maling.. :)